Tuesday, August 4, 2015

Trip to Bangkok - Part 1 Visiting Chatuchak Market

Earlier this year, I got a chance to visit Bangkok.

The first place I visited was Chatuchak Market. This market only open every Weekends, so when you make a travel plan to Bangkok, you better put Saturday or Monday as one of your trip days.
Chatuchak is a traditional market, a quite large one, and sell various things from snacks, drinks, furnitures, flowers, clothes including Bangkok traditional fabrics, foods (including halal food), cute puppies, and souvenirs of course. The price of the stuff here is quite affordable, and cheaper then the same stuff you found in Jakarta. Of course, because lot of trader in Jakarta took their items from Bangkok.

Since I cannot eat most of the snacks sold there, because it was not halal. I just looked around and snapped any interesting things. 

look at that boy cooked squid eggs
I spotted a food vendor that sold squid eggs (which actually a sunny-side-up made from quail eggs), this squid eggs reminded me of my favorite childhood snacks, a tiny omelette (is there anybody who knows what this food called?). The pan used by the squid eggs trader even have the same shape and size with my favorite tiny omelette.

Since the Bangkok weather is super hot, even hotter than Jakarta, plus Chatuchak was very crowded that day. I spend a lot in fruit juice (which is super refreshing) and I also tried Coconut Ice Cream. The coconut ice cream made from coconut, served on tiny coconut shell and various topping you can choose your own.

I chose coconut ice cream with corn topping

The halal food vendors I visited named Kah Jak. They sold various menu, from Thai traditional food to western food. Since that was my first meal at Thailand. I prefer my all time favorite Thai's food-Tom Yam Kung, which was tasty but quite spicy. One of the unique thing about this restaurant is the table they used was made from sewing table

bangkok halal food

Table made from sewing table

I will continue my story about my trip to Bangkok on the next part. See You!




Monday, August 3, 2015

11 years of friendship

If a friendship lasts longer than 7 years, psychologists say it will last a lifetime.

When I was at the High School, I met D, P, and R. Except for R whom I met at Junior High, I met D and P as my classmates when I was at 10th grade. That time my chair and R was in front of their chairs. Immediately we became friends, we had a chit chat every break, and every the school hours ended (that made us always coming home late :)). We love to eat together, and often spend time at others house especially D's.

Every Friday we had a 'confession of sin' tradition (actually means tell the other your secret), and the other who listened to the confession should not be angry.
Actually D's the one who made a lot of confession, and we were the one who push her to told her story. We even gave the title to her story 'Lika-liku Kehidupan D' (The Life of D).

We also had our 'holy book' a book that contains our notes, chit-chat, photo, mockery, love story, disgrace, and other teenage things. That book was accidentally broken years ago, by not surprisingly, R. It's too bad, but we just laughed it of.

After graduated from high school, D, R, and I continued study at the same university but with different major, while P continued her study at Depok. Our activities made us rarely met each other. Then, we were graduated from the university and started our working life, D's even got married.
We more rarely met each other.

But, last month, after a long time, finally we met each other in full formation (plus A, D's junior) at D's home (again and always be our base camp :p)


Friday, July 31, 2015

Catatan Akhir Kuliah

SPOILER ALERT

Senin kemarin saya berkesempatan menonton premier Film Catatan Akhir Kuliah. Saya mendapatkan tiket gratis karena adik saya, C, ikut berperan dalam Film sebagai figuran. 
Dulu saya yang menyuruh dia ikutan casting, "daripada kamu galau skripsi, mending ikutan aja main film, buat ngisi waktu luang". Saya menyuruh dia casting untuk peran Ajeb, karena karakter adik saya yang mirip-mirip dengan Ajeb yang asli-sorry little brother :p


catatan akhir kuliah

Catatan Akhir Kuliah adalah film yang diangkat dari buku karangan Sam Maulana, teman seangkatan dan sejurusan saya waktu kuliah dulu di Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor,

Sebenarnya cerita di film ini sederhana saja, tentang perjuangan seorang mahasiswa di kampus dalam menggapai cita dan cintanya. Tapi kesederhanaan inilah yang menurut saya menarik. Kesederhanaanya membuat saya ikut hanyut dalam cerita. Terlebih syuting yang dilakukan di kampus IPB pun mendukung suasana nostalgia akan kampus tercinta.

Cerita ini mengisahkan perjuangan Sam bersama kedua sahabatnya Ajeb, dan Sobari. Sam adalah seorang mahasiswa yang biasa-biasa saja, memilih jurusan pun karena mengikuti teman SMAnya, Tika. Sedangkan Ajeb adalah sahabat Sam yang 'agak aneh' dan Sobari adalah sahabat Sam yang pintar dengan tampang lumayan.
Saat awal kuliah, Sam dengan 'demokratis'nya terpilih sebagai Komti kelas (yang meskipun terdengar agak bergengsi tapi arti sebenarnya adalah bertanggung jawab atas fotokopian materi kuliah mahasiswa satu kelas :'( ). Tapi dengan 'demokratis'nya Sam menunjuk lagi orang kedua sebagai PJ fotokopian. Saya masih ingat sekali dulu ketika saya terpilih jadi 'tukang fotokopi' kelas, ditunjuk oleh Sam nya kelas saya, sahabat saya RS tertawa terbahak-bahak atas nasib saya kala itu.

Kemudian di sela-sela kuliah yang padat,  Sam mengikuti PKM (Program Kreativitas Mahasiswa), satu kelompok dengan teman-teman berbeda angkatan dan jurusan, merasa begitu percaya diri akan menjadi juara tapi akhirnya kecewa karena gagal. Tapi tetap bersyukur karena dengan mengikuti PKM-lah bisa mendapat kesempatan bertemu dan berjuang bersama teman-teman. Dan untuk Sam, dia bisa PeDeKaTe dengan sang pujaan hati, meskipun pada akhirnya kecewa karena sang gebetan ternyata sudah ada yang punya. #LOL
"Jangan pernah takut untuk mencoba, kita belajar dari kegagalan, dan saat kita sukses kegagalan akan menjadi kenangan yang membuat kita tersenyum."

Film ini juga menceritakan perjuangan Sam menyelesaikan skripsi dimana berkali-kali dicoret dan ditolak oleh dosen, sementara sahabat-sahabatnya sudah mulai mengerjakan penelitiannya. Saya juga ingat dulu saya sampai hopeless karena berbagai judul yang saya ajukan ditolak semua, tapi beruntunglah kita yang memiliki sahabat yang selalu mendukung kita. :)

Credit Title, ada nama Sam Maulana dan adik saya loh :D

Menariknya film ini disajikan dengan gaya skripsi, dimulai dari Pendahuluan, Tinjauan Pustaka, Metodologi, Pembahasan, sampai pada Kesimpulan.  Kita juga bisa melihat Sam Maulana menjadi cameo di film ini. Saya sempat tertawa saat melihat adegan itu (Sam mendingan Anda nulis aja deh, jangan main film #hahaha)
Serunya kita juga bisa melihat Bima Arya, walikota Bogor, berperan sebagai dosen di mata kuliah Ilmu Pengolahan Daging, juga Mario Teguh yang berperan sebagai dirinya sendiri.


Perkenalan pemain saat gala premiere

Banyak teman saya yang bertanya "Gimana, bagus gak filmya?"
Hmm. Saya tidak bisa berkata banyak, tapi yang pasti Saya merekomendasikan untuk nonton film ini bagi semua yang pernah, sedang, atau akan jadi mahasiswa.